Sabtu, 04 Maret 2017

rangkuman bahasa baku dan non baku



 RANGKUMAN
“Bahasa Baku dan Non Baku”
Dosen Pengampuh:
Ady Saputra, M.Pd


Di susun oleh :
  NAMA     : WIRDANIANTI
  NPM         : 1640605014
  LOKAL    : A


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN 
2017


A.    Pengertian Bahasa Baku

            menurut Halim (1980) mengatakan bahwa bahasa baku adalah ragam bahasa yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian masyarakat, dipakai sebagai ragam resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dan penggunaannya.
            Kodifikasi kebahasaan  dikaitkan dengan masalah bahasa menurut situasi pemakai dan pemakaian bahasa. Kodifikasi ini akan menghasilkan ragam bahasa. Perbedaan ragam bahasa itu akan tampak dalam pemakaian bahasa lisan dan tulis. Dengan demikian kodifikasi kebahasaan bahasa baku akan tampak dalam pemakaian bahasa baku.
            Bahasa baku atau bahasa standar itu harus diterima bagi masyarakat bahasa. Penerimaan ini sebagai kelanjutan kodifikasi bahasa baku. Dengan penerimaan ini bahasa baku mempunyai kekuatan untuk mempersatukan dan menyimbolkan masyarakat bahasa baku. Bahasa baku itu difungsikan atau dipakai sebagai model atau acuan oleh masyarakat secara luas. Acuan itu dijadikan ukuran yang disepakati secara umum tentang kode bahasa dan pemakaian bahasa di dalam situasi tertentu atau pemakaian bahasa tertentu.
·         Adapun pengertian bahasa baku dan fungsi bahasa baku, ialah :

1.      Pengertian Bahasa Indonesia Baku
Bahasa Indonesia baku adalah salah satu ragam bahasa Indonesia yang bentuk bahasanya telah dikodifikasi, diterima, dan difungsikan atau dipakai sebagai model oleh masyarakat Indonesia secara luas.
2.      Fungsi Bahasa Baku
Bahasa Indonesia baku mempunyai empat fungsi, yaitu :
a.      pemersatu,
b.      penanda kepribadian,
c.       penambah wibawa
d.      kerangka acuan.


B.     Ciri-ciri Bahasa Baku
            Ciri-ciri bahasa Indonesia baku dan bahasa Indonesia non baku telah dibuat oleh para pakar bahasa dan pengajaran bahasa Indonesia. Mereka itu antara lain Harimurti Kridalaksana, Anton M. Moeliono, dan Suwito.
            Ciri-ciri bahasa Indonesia dan bahasa Indonesia non baku itu dibeberkan di bawah ini setelah merangkum ciri-ciri yang ditentukan atau yang telah dibuat oleh para pakar tersebut.Ciri-ciri Bahasa Indonesia Baku sebagai berikut:
                                  a.         Pelafalan sebagai bagian fonologi bahasa Indonesia baku adalah  pelafalan yang relatif bebas atau sedikit diwarnai bahasa daerah atau dialek. Misalnya:
-      kata / keterampilan /diucapkan / ketrampilan
-      kata / kalau/ diucapkan / kalo
-      kata / masjid / diucapkan / mesjid
-      kata / aktivitas / diucapkan / aktifitas
-      kata / apotek / diucapkan / apotik
                                 b.         Bentuk kata yang berawalan me- dan ber- dan lain-lain sebagai bagian morfologi bahasa indonesia baku ditulis dan diucapkan secara jelas dan tetap didalam kata. Misalnya:
-      Banjir menyerang kampung yang banyak penduduknya itu.
-      Hamid sedang bergembira karena nilai IPKnya tinggi
-      Terjadi hujan deras yang menyebabkan terjadinya banjir
-       Desy sedang bersedih  karena kucing kesayangannya hilang
-      Lia dan teman temannya mendaki gunung

                                  c.         Konjungsi sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap di dalam kalimat. Misalnya:
-      Sampai dengan hari ini ia tidak percaya kepada siapa pun, karena semua di anggapnya penipu.
-      Rayhan menjalankan aktivitas setiap hari
-      Kadir sangat terampil dalam mengerjakan tugas yang diberikan.
-      Kalimantan utara adalah provinsi termuda di indonesia.
-      Anak-anak itu sedang asyik bermain


                                 d.         Partikel –kah, -lah dan ­–pun sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
Misalnya:
-      Bacalah buku itu sampai selesai!
-      Apakah kamu sudah mengerjakan tuga ?
-      siapakah yang akan bertanggung jawab akan kejadian ini?
-      Walaupun tidak di suruh belajar, saya akan tetap belajar.
-      Pergilah kamu sekarang, sebelum hujan turun !
-      Lakukanlah sesuai dengan keinginanmu.
                                  e.         Preposisi atau kata dengan sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku dituliskan secara jelas dan tetap dalam kalimat. Misalnya:
-      Saya bertemu dengan adiknya kemarin.
-      Ia marah sekali kepada orang itu.
-      direktur sedang bertemu dengan klien.
-      Mereka terlalu sayang kepada orang tersebut.
-      Buku itu ia berikan kepada Nindi

                                  f.          Bentuk kata ulang atau reduplikasi sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap sesuai dengan fungsi dan tempatnya di dalam kalimat. Misalnya:
-      Mereka-mereka itu harus diawasi setiap saat. 
-      Semua negara-negara melaksanakan pembangunan ekonomi
-      Kita akan mendaki gunung-gunung tersebut
-      Ibu-ibu sedang melakukan kegiatan pengajian
-      Anak itu sedang bermain-main dengan temannya
                                 g.         Kata ganti atau polaritas tutur sapa sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap dalam kalimat. Misalnya:
-      Saya – anda  bisa bekerja sama di dalam pekerjaan ini.
-      Aku – engkau  sama-sama berkepentingan tentang problem itu.
-      Saya Saudara  memang harus bisa berpengertian yang sama.
-      Saya – anda termasuk siwa yang berprestasi
-      Aku – kamu harus memilih apa yang terbaik untuk kita.


                                 h.         Pola kelompok kata kerja aspek + agen + kata kerja sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis dan diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kalimat. Misalnya:
-      Surat Anda sudah saya baca.
-      Kiriman buku sudah dia terima.
-      Buku itu sudah kamu berikan.
-      Tugas yang kamu berikan sudah saya kerjakan
-      Kiriman kue anda sudah saya makan.
                                  i.          Konstruksi atau bentuk sintesis sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kalimat. Misalnya:
-      Saudaranya
-      Dikomentari
-      Mengotori
-      Harganya
-      Mengkritik
                                  j.          Fungsi gramatikal (subyek, predikat, obyek sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap dalam kalimat. Misalnya:
-      Kepala Kantor pergi keluar negeri.
-      Rumah orang itu bagus
-      Ani pergi ke perpustakaan.
-      Siswa pergi ke sekolah
-      Bupati pergi dinas keluar daerah
                                 k.         Struktur kalimat baik tunggal maupun majemuk ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku di dalam kalimat. Misalnya:
-      Mereka sedang mengikuti perkuliahan dasar-dasar Akuntansi I. Sebelum analisis data dilakukannya, dia mengumpulkan data secara sungguh-sungguh.
-      Mereka memakan makanan itu dengan cepat.
-      Nana pergi ke sekolah sedangkan Andi tinggal di rumah.
-      Setelah membersihkan pekarangan rumah, kemudian dia membakar  sampah.
-      Walaupun dia sangat kaya, hidupnya sederhana.

                                  l.          Kosakata sebagai bagian semantik bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap dalam kalimat. Misalnya:
-      Mengapa
-      Tetapi
-      Bagaimana
-      Memberitahukan
-      Hari ini,
                                m.        Ejaan resmi sebagai bagian bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap baik kata, kalimat maupun tanda-tanda baca sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
                                 n.         Peristilahan baku sebagai bagian bahasa Indonesia baku dipakai sesuai dengan Pedoman Peristilahan Penulisan Istilah yang dikeluarkan oleh Pemerintah melalui Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Purba, 1996 : 63 – 64).


A.    Pengertian Bahasa Tidak Baku
Istilah bahasa nonbaku ini terjemahan dari “nonstandard language”. Istilah bahasa nonstandar ini sering disinonimkan dengan istilah “ragam subbaku”, “bahasa nonstandar”, “ragam takbaku”, bahasa tidak baku”, “ragam nonstandar”.
menurut Suharianto (1981:23)  bahwa bahasa nonstandar atau bahasa tidak baku adalah salah satu variasi bahasa yang tetap hidup dan berkembang sesuai dengan fungsinya, yaitu dalam pemakaian bahasa tidak resmi.
menurut Alwasilah (1985:116 bahwa bahasa tidak baku adalah bentuk bahasa yang biasa memakai kata-kata atau ungkapan, struktur kalimat, ejaan dan pengucapan yang tidak biasa dipakai oleh mereka yang berpendidikan
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, jelas bahwa bahasa nonstandar adalah ragam yang berkode bahasa yang berbeda dengan kode bahasa baku, dan dipergunakan di lingkungan tidak resmi.
Bahasa Indonesia tidak baku adalah salah satu ragam bahasa Indonesia yang tidak dikodifikasi, tidak diterima dan tidak difungsikan sebagai model masyarakat Indonesia secara luas, tetapi dipakai oleh masyarakat secara khusus.
Bahasa non baku juga memiliki ciri khas yaitu:
            1. walaupun terkesan berbeda dengan bahasa baku, tetapi memiliki arti yang sama.
2.   dapat terpengaruh oleh perkembangan zaman.
3.    dapat terpengaruh oleh bahasa asing.
4.    digunakan pada situasi santai/tidak resmi.





DAFTAR PUSTAKA


Zainal Nusyirwan. 2013. Bahasa baku dan Non Baku dalam Bahasa Indonesia. (online) http://zainalnusyirwan.blogspot.co.id/2013/04/bahasa-baku-dan-non-baku-dalam-bahasa.html diakses pada pukul 02:00  28 Februari 2017

Vicosta Efran. 2011. EYD Ejaan Yang Disempurnakan dan Tata Bahasa Indonesia. Jakarta: JAL Publishing.
Fatya Permata Anbiya. 2010. Panduan EFD dan Tata Bahasa Indonesia. Jakarta: Transmedia.
Rukanah. 2016. Penggunaan Kata Baku dan Tidak Baku dalam Bahasa Indonesia. (online) https://rukanahep.wordpress.com/2016/04/05/makalah-penggunaan-kata-baku-dan-tidak-baku-dalam-bahasa-indonesia/ diakses pada pukul 15:40 27 Februari 2017

 

2 komentar:

  1. Suharianto berpengertian bahwa bahasa nonstandar atau bahasa tidak baku adalah salah satu variasi bahasa yang tetap hidup dan berkembang sesuai dengan fungsinya, yaitu dalam pemakaian bahasa tidak resmi (1981 : 23).

    Seharusnya dituliskan

    Menurut Suharianto (1981 : 23) bahwa bahasa nonstandar atau bahasa tidak baku adalah salah satu variasi bahasa yang tetap hidup dan berkembang sesuai dengan fungsinya, yaitu dalam pemakaian bahasa tidak resmi.

    BalasHapus
  2. Sebaiknya beberapa kutipan dicantumkan dalam daftar pustaka. sehingga pendapat para ahli tidak menjadi informasi yang akurat.

    BalasHapus