RANGKUMAN
“Bahasa Baku dan Non Baku”
Dosen Pengampuh:
Ady Saputra, M.Pd
Di
susun oleh :
NAMA
: WIRDANIANTI
NPM
: 1640605014
LOKAL
: A
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
2017
A.
Pengertian Bahasa Baku
menurut Halim (1980) mengatakan bahwa bahasa
baku adalah ragam bahasa yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian masyarakat,
dipakai sebagai ragam resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dan
penggunaannya.
Kodifikasi
kebahasaan dikaitkan dengan masalah
bahasa menurut situasi pemakai dan pemakaian bahasa. Kodifikasi ini akan
menghasilkan ragam bahasa. Perbedaan ragam bahasa itu akan tampak
dalam pemakaian bahasa lisan dan tulis. Dengan demikian kodifikasi kebahasaan
bahasa baku akan tampak dalam pemakaian bahasa baku.
Bahasa
baku atau bahasa standar itu harus diterima bagi masyarakat bahasa.
Penerimaan ini sebagai kelanjutan kodifikasi bahasa baku. Dengan penerimaan ini
bahasa baku mempunyai kekuatan untuk mempersatukan dan menyimbolkan masyarakat
bahasa baku. Bahasa baku itu difungsikan
atau dipakai sebagai model atau acuan oleh masyarakat secara luas. Acuan
itu dijadikan ukuran yang disepakati secara umum tentang kode bahasa dan
pemakaian bahasa di dalam situasi tertentu atau pemakaian bahasa tertentu.
·
Adapun
pengertian bahasa baku dan fungsi bahasa baku, ialah :
1.
Pengertian Bahasa
Indonesia Baku
Bahasa
Indonesia baku adalah
salah satu ragam bahasa Indonesia yang bentuk
bahasanya telah dikodifikasi, diterima, dan difungsikan atau dipakai sebagai model oleh masyarakat
Indonesia secara luas.
2.
Fungsi Bahasa Baku
Bahasa Indonesia baku mempunyai
empat fungsi, yaitu :
a.
pemersatu,
b.
penanda kepribadian,
c.
penambah wibawa
d.
kerangka acuan.
B. Ciri-ciri Bahasa Baku
Ciri-ciri bahasa Indonesia baku dan bahasa Indonesia
non baku telah dibuat oleh para pakar bahasa dan pengajaran bahasa
Indonesia. Mereka itu antara lain Harimurti Kridalaksana, Anton M.
Moeliono, dan Suwito.
Ciri-ciri
bahasa Indonesia dan bahasa Indonesia non baku itu dibeberkan di bawah ini
setelah merangkum ciri-ciri yang ditentukan atau yang telah dibuat oleh
para pakar tersebut.Ciri-ciri Bahasa Indonesia Baku sebagai berikut:
a.
Pelafalan
sebagai bagian fonologi bahasa Indonesia baku adalah pelafalan yang
relatif bebas atau sedikit diwarnai bahasa daerah atau dialek. Misalnya:
-
kata /
keterampilan /diucapkan / ketrampilan
-
kata / kalau/
diucapkan / kalo
-
kata / masjid / diucapkan / mesjid
-
kata / aktivitas / diucapkan / aktifitas
-
kata / apotek / diucapkan / apotik
b.
Bentuk kata yang
berawalan me- dan ber- dan lain-lain
sebagai bagian morfologi bahasa indonesia baku ditulis dan diucapkan secara
jelas dan tetap didalam kata. Misalnya:
-
Banjir menyerang kampung
yang banyak penduduknya itu.
-
Hamid sedang bergembira karena nilai IPKnya tinggi
-
Terjadi hujan
deras yang menyebabkan terjadinya
banjir
-
Desy sedang bersedih karena kucing kesayangannya hilang
-
Lia dan teman
temannya mendaki gunung
c.
Konjungsi
sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan
tetap di dalam kalimat. Misalnya:
-
Sampai dengan
hari ini ia tidak percaya kepada siapa pun, karena semua di
anggapnya penipu.
-
Rayhan
menjalankan aktivitas setiap hari
-
Kadir sangat terampil dalam mengerjakan tugas yang
diberikan.
-
Kalimantan utara
adalah provinsi termuda di indonesia.
-
Anak-anak itu
sedang asyik bermain
d.
Partikel –kah,
-lah dan –pun sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku
ditulis secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
Misalnya:
-
Bacalah buku itu sampai selesai!
-
Apakah kamu sudah mengerjakan tuga ?
-
siapakah yang akan bertanggung
jawab akan kejadian ini?
-
Walaupun tidak di suruh belajar,
saya akan tetap belajar.
-
Pergilah kamu sekarang, sebelum hujan turun !
-
Lakukanlah sesuai dengan keinginanmu.
e.
Preposisi atau
kata dengan sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku dituliskan
secara jelas dan tetap dalam kalimat. Misalnya:
-
Saya
bertemu dengan adiknya kemarin.
-
Ia marah sekali kepada
orang itu.
-
direktur sedang
bertemu dengan klien.
-
Mereka terlalu
sayang kepada orang tersebut.
-
Buku itu ia
berikan kepada Nindi
f.
Bentuk kata ulang
atau reduplikasi sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis
secara jelas dan tetap sesuai dengan fungsi dan tempatnya di dalam
kalimat. Misalnya:
-
Mereka-mereka
itu harus diawasi setiap
saat.
-
Semua
negara-negara melaksanakan pembangunan ekonomi
-
Kita akan
mendaki gunung-gunung tersebut
-
Ibu-ibu sedang melakukan kegiatan pengajian
-
Anak itu sedang bermain-main dengan temannya
g.
Kata ganti atau
polaritas tutur sapa sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku
ditulis secara jelas dan tetap dalam kalimat. Misalnya:
-
Saya – anda
bisa bekerja sama di dalam
pekerjaan ini.
-
Aku – engkau
sama-sama berkepentingan
tentang problem itu.
-
Saya – Saudara memang harus bisa berpengertian
yang sama.
-
Saya – anda termasuk siwa yang berprestasi
-
Aku – kamu harus memilih apa yang terbaik untuk kita.
h.
Pola kelompok
kata kerja aspek + agen + kata kerja sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia
baku ditulis dan diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kalimat. Misalnya:
-
Surat Anda sudah
saya baca.
-
Kiriman
buku sudah dia terima.
-
Buku itu sudah kamu berikan.
-
Tugas yang kamu
berikan sudah saya kerjakan
-
Kiriman kue anda
sudah saya makan.
i.
Konstruksi atau
bentuk sintesis sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis atau
diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kalimat. Misalnya:
-
Saudaranya
-
Dikomentari
-
Mengotori
-
Harganya
-
Mengkritik
j.
Fungsi
gramatikal (subyek, predikat, obyek sebagai bagian kalimat bahasa
Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap dalam
kalimat. Misalnya:
-
Kepala Kantor
pergi keluar negeri.
-
Rumah orang itu
bagus
-
Ani pergi ke
perpustakaan.
-
Siswa pergi ke
sekolah
-
Bupati pergi dinas keluar daerah
k.
Struktur kalimat
baik tunggal maupun majemuk ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap
sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku di dalam kalimat. Misalnya:
-
Mereka sedang
mengikuti perkuliahan dasar-dasar Akuntansi I. Sebelum analisis data
dilakukannya, dia mengumpulkan data secara sungguh-sungguh.
- Mereka memakan makanan itu dengan
cepat.
- Nana pergi ke sekolah sedangkan Andi
tinggal di rumah.
- Setelah membersihkan pekarangan
rumah, kemudian dia membakar sampah.
- Walaupun dia sangat kaya, hidupnya
sederhana.
l.
Kosakata sebagai
bagian semantik bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas
dan tetap dalam kalimat. Misalnya:
-
Mengapa
-
Tetapi
-
Bagaimana
-
Memberitahukan
-
Hari ini,
m.
Ejaan resmi
sebagai bagian bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap baik
kata, kalimat maupun tanda-tanda baca sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia
yang Disempurnakan.
n.
Peristilahan
baku sebagai bagian bahasa Indonesia baku dipakai sesuai dengan Pedoman
Peristilahan Penulisan Istilah yang dikeluarkan oleh Pemerintah melalui
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Purba, 1996 : 63 – 64).
A. Pengertian Bahasa Tidak Baku
Istilah bahasa nonbaku ini terjemahan dari
“nonstandard language”. Istilah bahasa nonstandar ini sering disinonimkan
dengan istilah “ragam subbaku”, “bahasa nonstandar”, “ragam takbaku”,
bahasa tidak baku”, “ragam nonstandar”.
menurut Suharianto (1981:23) bahwa bahasa nonstandar atau
bahasa tidak baku adalah salah satu variasi bahasa yang tetap hidup dan
berkembang sesuai dengan fungsinya, yaitu dalam pemakaian bahasa tidak
resmi.
menurut Alwasilah (1985:116 bahwa bahasa tidak baku adalah
bentuk bahasa yang biasa memakai kata-kata atau ungkapan, struktur
kalimat, ejaan dan pengucapan yang tidak biasa dipakai oleh mereka yang
berpendidikan
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, jelas bahwa
bahasa nonstandar adalah ragam yang berkode bahasa yang berbeda dengan
kode bahasa baku, dan dipergunakan di lingkungan tidak resmi.
Bahasa Indonesia tidak baku adalah salah satu ragam bahasa Indonesia yang tidak dikodifikasi, tidak
diterima dan tidak difungsikan sebagai model
masyarakat Indonesia secara luas, tetapi dipakai oleh masyarakat secara khusus.
Bahasa non baku juga memiliki ciri
khas yaitu:
1. walaupun
terkesan berbeda dengan bahasa baku, tetapi memiliki arti yang sama.
2.
dapat terpengaruh oleh perkembangan zaman.
3. dapat terpengaruh oleh bahasa asing.
4. digunakan pada situasi santai/tidak resmi.
DAFTAR PUSTAKA
Zainal
Nusyirwan. 2013. Bahasa baku dan Non Baku dalam Bahasa Indonesia.
(online) http://zainalnusyirwan.blogspot.co.id/2013/04/bahasa-baku-dan-non-baku-dalam-bahasa.html diakses pada
pukul 02:00 28 Februari 2017
Vicosta
Efran. 2011. EYD Ejaan Yang Disempurnakan dan Tata Bahasa Indonesia.
Jakarta: JAL Publishing.
Fatya
Permata Anbiya. 2010. Panduan EFD dan Tata Bahasa Indonesia. Jakarta:
Transmedia.
Rukanah.
2016. Penggunaan Kata Baku dan Tidak Baku dalam Bahasa Indonesia.
(online) https://rukanahep.wordpress.com/2016/04/05/makalah-penggunaan-kata-baku-dan-tidak-baku-dalam-bahasa-indonesia/ diakses
pada pukul 15:40 27 Februari 2017
Suharianto berpengertian bahwa bahasa nonstandar atau bahasa tidak baku adalah salah satu variasi bahasa yang tetap hidup dan berkembang sesuai dengan fungsinya, yaitu dalam pemakaian bahasa tidak resmi (1981 : 23).
BalasHapusSeharusnya dituliskan
Menurut Suharianto (1981 : 23) bahwa bahasa nonstandar atau bahasa tidak baku adalah salah satu variasi bahasa yang tetap hidup dan berkembang sesuai dengan fungsinya, yaitu dalam pemakaian bahasa tidak resmi.
Sebaiknya beberapa kutipan dicantumkan dalam daftar pustaka. sehingga pendapat para ahli tidak menjadi informasi yang akurat.
BalasHapus