Sabtu, 04 Maret 2017

teori hakikat bahasa menurut para ahli





Nama        : Wirdanianti
Npm         : 1640605014
Lokal        : A




TEORI HAKIKAT BAHASA


Menurut Chaer dan Leonie Agustina (2004:1) bahasa adalah sebuah sistem, maksudnya bahasa itu dibentuk dari sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan.
Menurut Keref (2004:1) bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilakan oleh alat ucap manusia
Menurut Dardjowidjojo (2005:16) bahasa adalah suatu sistem simbol lisan yang arbitrer yang dipakai oleh anggota suatu masyarakat bahasa untuk masyarakat dan berinterasi antar sesamannya, berlandaskan pada budaya yang mereka miliki bersama.
Menurut J.S.Bruner bahasa adalah pendorong perkembangan pikiran, pikiran dapat dikembangkan bila sebelumnya mendapat pengalaman-pengalaman dari lingkungan dan perkembangan bahasa dan pikirean saling mendukung
Menurut Bill Adams Bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam sebuah konteks inter-subjektif.
Menurut Wittgenstein Bahasa merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis.
Menurut Ferdinand De Saussure Bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain.
Menurut Plato Bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut.
Menurut Carrol Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan, atau yang dapat digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok manusia dan yang secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda, peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia.
Menurut Sudaryono Bahasa adalah sarana komunikasi yang efektif walaupun tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa sebagai sarana komunikasi menjadi salah satu sumber terjadinya kesalahpahaman
Menurut Depdiknas (2008:116) bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama , berinteraksi dan mengidentifikasi diri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar