Selasa, 04 April 2017

rangkuman morfologi

RANGKUMAN
“MORFOLOGI ”
Dosen Pengampuh:
Ady Saputra, M.Pd

Di susun oleh :
 NAMA            : WIRDANIANTI
     NPM               : 1640605014
     LOKAL          : A

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
2017
  1. Pengertian Morfologi
Kata morfologi berasal dari kata morphologie. Kata morphologie berasal dari bahasa Yunani. Morphologie terdiri dari dua kata yaitu, morphe yang berarti bentuk dan logos yang berarti ilmu. Jadi, secara harfiah kata morfologi berarti ilmu mengenai bentuk. Di dalam kajian linguistik, morfologi berarti cabang ilmu bahasa yang seluk-beluk bentuk kata dan perubahannya serta dampak dari perubahan itu terhadap arti (makna) dan kelas kata.
Menurut Ramlan pengertian morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari seluk beluk bentuk kata serta perubahan bentuk kata serta perubahan bentuk kata terhadap arti dan golongan kata. Bentuk kata yaitu :
a.       Kata dasar, contohnya sepeda
b.      Kata berimbuhan, contoh berepeda
c.       Kata majemuk, contohnya sapu tangan
d.      Kata ulang, contohnya berbondong-bondong
Pembagaian bentuk kata menurut C.A. Mees yang berkebangsaan Belanda terdiri dari:
a.       Kata benda 
b.      Kata kerja
c.       Kata sifat
d.      Kata ganti
e.       Kata bilangan
f.       Kata depan
g.      Kata sandang
h.       Kata Sambung
i.        Kata seru
j.        Kata keterangan
Perbedaan golongan arti kata – kata tidak lain disebabkan oleh perubahan bentuk kata
  1. Proses Morfologi
Proses morfologi ialah proses pembentukan kata – kata dari satuan lain yang merupakan bentuk dasarnya. Dalam Bahasa Indonesia terdapat tiga proses morfologi, ialah proses pembubuhan afiks (afiksasi), proses pengulangan (reduplikasi), dan proses pemajemukan (pemajemukan). Disamping tiga proses morfologi tersebut, dalam bahasa Indonesia sebenarnya masih ada satu proses lagi yang disini disebut zero. Proses ini hanya meliputi sejumlah kata tertentu, ialah kata – kata makan, minum, minta, dan mohon, yang semuanya teramsuk golongan kata verbal yang transitif.




  1. Macam – macam Proses Morfologi
1.      Proses Pembubuhan Afiks (afiksasi)
Afiksasi merupakan nama lain dari morfem terikat. Morfem terikat merupakan kata yang tidak dapat berdiri sendiri. Sedangkan kata yang dapat berdiri sendiri disebut sebagai morfem bebas.
Afiksasi terdiri atas:
a.       prefiks (ber-, me-, pe-, per-, di-, ter-, ke-, se-).
b.      sufiks (–kan, –an, –i),
c.       infiks (–el-, -em-, -er-),
d.      konfiks (ber-kan, ber-an, per-kan, per-an, per-i, pe-an, di-kan, di-i,me-kan, me-i, ter-kan, ter-i, ke-an), dan
e.       simulfiks (memper-kan, memper-i, diper-kan, diper-i).

2.      Komposisi atau Pemajemukan dalam Bahasa Indonesia
Komposisi adalah proses kata pemajemukan. Kata majemuk ialah gabungan kata dasar yang telah bersenyawa atau yang sudah membentuk satu kesatuan dan menimbulkan arti baru (Alisjahbana, 1953).
Contoh :          Keras+kepala = keras kepala
                        Sapu+tangan = sapu tangan
                        Mata+pelajaran = mata pelajaran
                        Kumis+kucing = kumis kucing

3.      Pengulangan (Reduplikasi)
Pengulangan atau redupliksai adalah pengulangan satuan gramatik, baik seluruh, maupun sebagian, baik variasi fonem maupun tidak, hasil pengulangan itu merupakan kata ulang, sedangkan satuan yang diulang merupakan bentuk dasar. Misalnya, rumah – rumah dari bentuk dasar rumah.

Cara Menentukan Bentuk Dasar Kata Ulang
1)      Pengulangan tidak merubah golongan kata nomina, verb, dan subjek
Contoh : Berkata – kata dari bentuk dasar berkata.
Pada cara ini ada pengecualian yaitu pada imbuhan se- nya. misalnya stinggi – tingginya ini tidak merupakan pengulangan karena kata setinggi – tingginya merupakan kata keterangan.
2)      Bentuk dasar berupa satuan dalam kehidupan bahasa Indonesia.
Contoh : Mepertahan – tahankan
A.    Bentuk dasarnya bukan mepertahankan melainkan mempertahankan, karena mempertahan tidak terdapat dalam pemakaian bahasa Indonesia.

D.    Pengertian Morfem
Morfologi mengenal unsur dasar atau satuan terkecil dalam wilayah pengamatannya.morfem adalah satuan gramatikal yang terkecil sebagai satuan gramatikal, morfem mempunyai makna. Dalam ilmu bahasa dikenal satuan seperti kata, frase, klausa,kalimat. Dalam praktek morfem dapat dikenal dan ditemukan dengan jalan memperbandingkan satuan-satuan ujaran yang mengandung kesamaan dan pertentangan.
Contoh : 
Dalam bentuk fonologis dalam makna dibandingangkan dengan kata:
a.       Di ambil - ambil
b.      Di bawa - bawa
c.       Di curi – curi
d.      Di dukung - dukung
E.     Jenis-jenis Morfem
Berdasarkan criteria tertentu, kita dapat mengklasifikasikan morfem menjadi berjenis-jenis. Penjenisan ini dapat ditinjau dari dua segi yakni hubungannya dan distribusinya (Samsuri, 1982:186; Prawirasumantri, 1985:139).
a.       Ditinjau dari Hubungannya
Pengklasifikasian morfem dari segi hubungannya, masih dapat kita lihat dari hubungan struktural dan hubungan posisi.
b.      Ditinjau dari Hubungan Struktur
Menurut hubungan strukturnya, morfem dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu morfem bersifat aditif (tambahan) yang bersifat replasif (penggantian), dan yang bersifat substraktif (pengurangan).
c.       Ditinjau dari Hubungan Posisi  
Dilihat dari hubungan posisinya, morfem pun dapat dibagi menjadi tiga macam yakni ; morfem yang bersifat urutan, sisipan, dan simultan. Tiga jenis morfem ini akan jelas bila diterangkan dengan memakai morfem-morfem imbuhan dan morfem lainnya
d.      Ditinjau dari Distribusinya
Ditinjau dari distribusinya, morem dapat dibagi menjadi dua macam yaitu morfem bebas dan morem ikat. Morfem bebas ialah morfem yang dapat berdiri dalam tuturan biasa , atau   morfem yang dapat berfungsi sebagai kata,
  
Contoh paragraph berita
GUBERNUR IMBAU SISWA JANGAN CEMAS

Sementara itu, sesuai jadwal, UN dimulai dari jenjang SMK yang akan dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia pada 3 minggu 6 April nanti tak terkecuali di Kaltara. Gubernur sendiri dijadwalkan bakal melakukan pemantauan pelaksanaan UN di Malinau. “ mengenai persiapannya, laporan dari Disdikbud sudah tidak masalah. Termasuk kesiapan computer maupun jaringan internet bagi sekolah-sekolah yang akan melaksanakan UNBK,” KATA Irianto. Ditambahakan, jumlah sekolah yang akan mengikuti UNBK ditingkat SMP dan MTS di Kaltara sebanyak 46 sekolah. Dimana 37 sekolah sudah mengikuti UNBK mandiri atau yang telah memiliki computer sendiri. Sementara yang numpang ke sekolah lain 9 sekolah.

Pada paragraph di atas terdapat beberapa morfem terikat dan morfem bebas diantaranya adalah sebagai berikut :
·         Morfem terikat :
Dimulai
Dilaksanakan
Terkecuali
Dijadwalkan
Melakukan
Pelaksanaan
Persiapannya
Kesiapan
Melaksanakan
Ditambahkan
Mengikuti
Sebanyak
Memiliki

·         Morfem bebas:
Itu
Sesuai
Yang
Akan
Pada
Hingga
Nanti
Tak
Sendiri
Bakal
Sudah
Tidak
Bagi
Kata
Telah
Sendiri
Atau
Telah


DAFTAR PUSTAKA
Kridalaksana, Harimurti. 2001. Kamus Linguistik.Edisi Ketiga. Jakarta: Gramedia.
Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses. Jakarta: Rineka Cipta.
 Sutawijaya, Alam. 1996. Morfologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Alwi, Hasan, dkk (peny). 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Resmini, Novi, dkk. 2006. Kebahasaan (Fanologi,  Morfologi dan Semantik). Bandung: UPI PRESS.