RANGKUMAN
“MORFOLOGI ”
Dosen Pengampuh:
Ady Saputra, M.Pd
Di susun oleh :
NAMA : WIRDANIANTI
NPM :
1640605014
LOKAL : A
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
2017
- Pengertian Morfologi
Kata
morfologi berasal dari kata morphologie. Kata morphologie berasal dari bahasa
Yunani. Morphologie terdiri dari dua kata yaitu, morphe yang berarti
bentuk dan logos yang berarti ilmu. Jadi, secara harfiah kata morfologi
berarti ilmu mengenai bentuk. Di dalam kajian linguistik, morfologi berarti
cabang ilmu bahasa yang seluk-beluk bentuk kata dan perubahannya serta dampak
dari perubahan itu terhadap arti (makna) dan kelas kata.
Menurut
Ramlan pengertian morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari
seluk beluk bentuk kata serta perubahan bentuk kata serta perubahan bentuk kata
terhadap arti dan golongan kata. Bentuk kata yaitu :
a. Kata
dasar, contohnya sepeda
b. Kata
berimbuhan, contoh berepeda
c. Kata
majemuk, contohnya sapu tangan
d. Kata
ulang, contohnya berbondong-bondong
Pembagaian
bentuk kata menurut C.A. Mees yang berkebangsaan Belanda terdiri dari:
a. Kata
benda
b. Kata
kerja
c. Kata
sifat
d. Kata
ganti
e. Kata
bilangan
f. Kata
depan
g. Kata
sandang
h. Kata Sambung
i.
Kata seru
j.
Kata keterangan
Perbedaan
golongan arti kata – kata tidak lain disebabkan oleh perubahan bentuk kata
- Proses Morfologi
Proses
morfologi ialah proses pembentukan kata – kata dari satuan lain yang merupakan
bentuk dasarnya. Dalam Bahasa Indonesia terdapat tiga proses morfologi, ialah
proses pembubuhan afiks (afiksasi), proses pengulangan (reduplikasi), dan
proses pemajemukan (pemajemukan). Disamping tiga proses morfologi tersebut,
dalam bahasa Indonesia sebenarnya masih ada satu proses lagi yang disini
disebut zero. Proses ini hanya meliputi sejumlah kata tertentu, ialah kata –
kata makan, minum, minta, dan mohon, yang semuanya teramsuk golongan kata
verbal yang transitif.
- Macam – macam Proses
Morfologi
1. Proses
Pembubuhan Afiks (afiksasi)
Afiksasi merupakan nama lain dari
morfem terikat. Morfem terikat merupakan kata yang tidak dapat berdiri
sendiri. Sedangkan kata yang dapat berdiri sendiri disebut sebagai morfem
bebas.
Afiksasi terdiri atas:
a. prefiks
(ber-, me-, pe-, per-, di-, ter-, ke-, se-).
b. sufiks
(–kan, –an, –i),
c. infiks
(–el-, -em-, -er-),
d. konfiks
(ber-kan, ber-an, per-kan, per-an, per-i, pe-an, di-kan, di-i,me-kan, me-i,
ter-kan, ter-i, ke-an), dan
e. simulfiks
(memper-kan, memper-i, diper-kan, diper-i).
2.
Komposisi atau
Pemajemukan dalam Bahasa Indonesia
Komposisi adalah proses kata
pemajemukan. Kata majemuk ialah gabungan kata dasar yang telah bersenyawa atau
yang sudah membentuk satu kesatuan dan menimbulkan arti baru (Alisjahbana,
1953).
Contoh : Keras+kepala = keras kepala
Sapu+tangan = sapu tangan
Mata+pelajaran
= mata pelajaran
Kumis+kucing
= kumis kucing
3.
Pengulangan
(Reduplikasi)
Pengulangan atau redupliksai adalah
pengulangan satuan gramatik, baik seluruh, maupun sebagian, baik variasi fonem
maupun tidak, hasil pengulangan itu merupakan kata ulang, sedangkan satuan yang
diulang merupakan bentuk dasar. Misalnya, rumah – rumah dari bentuk dasar
rumah.
Cara Menentukan Bentuk Dasar Kata
Ulang
1)
Pengulangan tidak
merubah golongan kata nomina, verb, dan subjek
Contoh : Berkata – kata dari bentuk
dasar berkata.
Pada cara ini ada pengecualian
yaitu pada imbuhan se- nya. misalnya stinggi – tingginya ini tidak merupakan
pengulangan karena kata setinggi – tingginya merupakan kata keterangan.
2)
Bentuk dasar berupa
satuan dalam kehidupan bahasa Indonesia.
Contoh : Mepertahan – tahankan
A.
Bentuk dasarnya bukan
mepertahankan melainkan mempertahankan, karena mempertahan tidak terdapat dalam
pemakaian bahasa Indonesia.
D.
Pengertian Morfem
Morfologi
mengenal unsur dasar atau satuan terkecil dalam wilayah pengamatannya.morfem
adalah satuan gramatikal yang terkecil sebagai satuan gramatikal, morfem
mempunyai makna. Dalam ilmu bahasa dikenal satuan seperti kata, frase,
klausa,kalimat. Dalam praktek morfem dapat dikenal dan ditemukan dengan jalan memperbandingkan
satuan-satuan ujaran yang mengandung kesamaan dan pertentangan.
Contoh
:
Dalam
bentuk fonologis dalam makna dibandingangkan dengan kata:
a.
Di ambil - ambil
b.
Di bawa - bawa
c.
Di curi – curi
d.
Di dukung - dukung
E. Jenis-jenis
Morfem
Berdasarkan criteria
tertentu, kita dapat mengklasifikasikan morfem menjadi berjenis-jenis.
Penjenisan ini dapat ditinjau dari dua segi yakni hubungannya dan distribusinya
(Samsuri, 1982:186; Prawirasumantri, 1985:139).
a.
Ditinjau dari
Hubungannya
Pengklasifikasian
morfem dari segi hubungannya, masih dapat kita lihat dari hubungan struktural
dan hubungan posisi.
b.
Ditinjau dari Hubungan
Struktur
Menurut
hubungan strukturnya, morfem dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu morfem
bersifat aditif (tambahan) yang bersifat replasif (penggantian),
dan yang bersifat substraktif (pengurangan).
c.
Ditinjau dari Hubungan
Posisi
Dilihat
dari hubungan posisinya,
morfem
pun dapat dibagi menjadi tiga macam yakni ; morfem yang bersifat urutan,
sisipan, dan simultan. Tiga jenis morfem ini akan jelas bila diterangkan dengan
memakai morfem-morfem imbuhan dan morfem lainnya
d.
Ditinjau dari
Distribusinya
Ditinjau
dari distribusinya, morem dapat dibagi menjadi dua macam yaitu morfem bebas dan
morem ikat. Morfem bebas ialah morfem yang dapat berdiri dalam tuturan biasa ,
atau morfem yang dapat berfungsi sebagai kata,
Contoh paragraph berita
GUBERNUR IMBAU SISWA JANGAN CEMAS
Sementara itu,
sesuai jadwal, UN dimulai dari jenjang SMK yang akan dilaksanakan serentak
diseluruh Indonesia pada 3 minggu 6 April nanti tak terkecuali di Kaltara. Gubernur
sendiri dijadwalkan bakal melakukan pemantauan pelaksanaan UN di Malinau. “
mengenai persiapannya, laporan dari Disdikbud sudah tidak masalah. Termasuk kesiapan
computer maupun jaringan internet bagi sekolah-sekolah yang akan melaksanakan
UNBK,” KATA Irianto. Ditambahakan, jumlah sekolah yang akan mengikuti UNBK
ditingkat SMP dan MTS di Kaltara sebanyak 46 sekolah. Dimana 37 sekolah sudah
mengikuti UNBK mandiri atau yang telah memiliki computer sendiri. Sementara yang
numpang ke sekolah lain 9 sekolah.
Pada paragraph di
atas terdapat beberapa morfem terikat dan morfem bebas diantaranya adalah
sebagai berikut :
·
Morfem terikat :
Dimulai
Dilaksanakan
Terkecuali
Dijadwalkan
Melakukan
Pelaksanaan
Persiapannya
Kesiapan
Melaksanakan
Ditambahkan
Mengikuti
Sebanyak
Memiliki
·
Morfem bebas:
Itu
Sesuai
Yang
Akan
Pada
Hingga
Nanti
Tak
Sendiri
Bakal
Sudah
Tidak
Bagi
Kata
Telah
Sendiri
Atau
Telah
DAFTAR PUSTAKA
Kridalaksana,
Harimurti. 2001. Kamus Linguistik.Edisi Ketiga. Jakarta: Gramedia.
Chaer,
Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses. Jakarta:
Rineka Cipta.
Sutawijaya, Alam. 1996. Morfologi
Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Alwi,
Hasan, dkk (peny). 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi
ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Resmini,
Novi, dkk. 2006. Kebahasaan (Fanologi, Morfologi dan Semantik). Bandung: UPI PRESS.