RANGKKUMAN
” Hakikat Bahasa”
Dosen pengampuh:
Ady Saputra,M.Pd
Disusun oleh :
Nama : Wirdanianti
Npm : 1640605014
Lokal : A
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
HAKIKAT BAHASA
Menurut
Kridalaksan: 1983, Bahasa adalah alat berkomunikasi secara sistematis untuk menyampaikan gagasan atau perasaan dengan memakai sistem lambang bunyi yang
arbiter yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk berjasama, berkomunikasi
dan mengidentifikasi. Definisi bahasa adalah sistem bunyi yang disepakati untuk
digunakan oleh anggota kelompok masyarakat untuk berkomunikasi. Adapun ciri-ciri
atau sifat-siafat yang hakiki dari bahasa, yaitu :
1. Bahasa itu adalah Sebuah Sistem
Sistem
berarti susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna
atau berfungsi. sistem terbentuk oleh sejumlah unsur yang satu dan yang lain
berhubungan secara fungsional. Bahasa terdiri dari unsur-unsur yang secara
teratur tersusun menurut pola tertentu dam membentuk satu kesatuan.
2. Bahasa itu Berwujud Lambang
Lambang
dengan berbagai seluk beluknya dikaji orang dalam bidang kajian ilmu semiotik,
yaitu ilmu yang mempelajari tanda-tanda yang ada dalam kehidupan manusia. Dalam
semiotik dibedakan adanya beberapa tanda yaitu: tanda (sign), lambang (simbol),
gejala (sympton), gerak isyarat (gesture), kode, indeks, dan ikon.
Lambang
bersifat arbiter, artinya tidak ada hubungan langsung yang bersifat wajib
antara lambang dengan yang dilambangkannya.
3. Bahasa itu berupa
bunyi
Menurut
Kridalaksana (1983), bunyi adalah kesan pada pusat saraf sebagai akibat dari
getaran gendang telinga yang bereaksi karena perubahan dalam tekanan udara.
Bunyi bahasa adalah bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Tetapi tidak semua
bunyi yang di hasilkan oleh alat ucap manusia termasuk bunyi bahasa.
4. Bahasa itu bersifat
arbitrer
Kata
arbitrer bisa diartikan ‘’sewenang-wenang, berubah, tidak tetap, manasuka’’.
Yang dimaksud dengan istilah arbitrer itu adalah tidak adanya hubungan wajib
antara lambang bahasa (yang terwujud bunyi itu) dengan konsep atau pengertian
yang dimaksud oleh lambang tersebut.
5. Bahasa itu bermakna
Salah
satu sifat hakiki dari bahasa adalah bahasa itu berwujud lambang. Sebagai
lambang, bahasa melambangkan suatu pengertian, suatu konsep, suatu ide atau
suatu pikiran yang ingin disampaikan dalam wujud bunyi itu. Maka, dapat
dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna. Karena bahasa itu bermakna, maka
segala ucapan yang tidak mempunyai makna dapat disebut bukan bahasa.
6. Bahasa itu bersifat
konvensional
Meskipun
hubungan antara lambang bunyi dengan yang dilambangkannya bersifat arbitrer,
tetapi penggunaan lambang tersebut untuk suatu konsep tertentu bersifat
konvensional. Artinya semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi
bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya.
7. Bahasa itu brsifat
unik
Bahasa
dikatakan bersifat unik, artinya setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang
tidak dimiliki bahasa lainnya. Ciri khas ini bisa menyangkut sistem bunyi,
sistem pembentukan kata, sistem pembentukan kalimat, sistem lainnya.
8. Bahasa itu bersifat
universal
Selain
bersifat unik, bahasa juga bersifat universal. Artinya, ada ciri-ciri yang sama
yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada didunia ini. Misalnya, ciri universal
bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahasa yang
terdiri dari vokal dan konsonan.
9. Bahasa itu bersifat produktif
Bahasa
bersifat produktif artinya meskipun unsur-unsur bahasa itu terbatas, tetapi
dengan unsur-unsur yang jumlahnya terbatas itu dapat dibuat satuan-satuan
bahasa yang tidak terbatas, meski secara relatif, sesuai dengan sistem yang
berlaku dalam bahasa itu.
10. Bahasa itu bersifat
bervariasi
Anggota
masyarakat suatu bahasa biasanya terdiri dari berbagai orang dengan berbagai
status sosial dan latar belakang budaya yang tidak sama. Karena perbedaan
tersebut, maka bahasa yang digunakan menjadi variasi. Ada tiga istilah dalam
variasi bahasa yaitu:
·
Idiolek:
ragam bahasa yang bersifat perorangan
·
Dialeg:
variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat
·
Ragam:
ragam baku dan ragam tidak baku.
11. Bahasa itu bersifat
dinamis
Bahasa
tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia sepanjang keberadaan
manusia itu sebagai makhluk yang berbudaya dan bermasyarakat. Karena
keterkaitan dan keterkaitan bahasa itu dengan manusia, sedangkan dalam
kehidupannya dalam masyarakat kegiatan manusia itu selalu berubah maka bahasa
menjadi ikut berubah, menjadi tidak tetap, menjadi dinamis.
Alat
komunikasi manusia berbeda dengan binatang. Alat komunikasi binatang bersifat tetap, statis. Sedangkan
alat komunikasi manusia, yaitu bahasa bersifat produktif dan dinamis maka,
bahasa bersifat manusiawi, dalam arti bahasa itu hanya milik manusia dan hanya
dapat digunakan oleh manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul. 2007. Linguistik
Umum. Jakarta: Rineka Cipta
Santoso, Sukrisno. 2009. Resume Buku Linguistik Umum Karya Abdul Chaer. Resume (Online) diakses pada 10 Februari 2017 di
http://sastra33.blogspot.com/2011/06/linguistik-umum-22.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar